Featured

fashion

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Knowledge Management System

adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasi, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman.

Fashion

Secara khusus dapat dikatakan Fashion adalah gaya berpakaian yang digunakan setiap hari oleh seseorang, baik itu dalam kehidupan sehari-harinya ataupun pada saat acara tertentu dengan tujuan untuk menunjang penampilan atau gaya berbusana yang populer dalam suatu budaya sebagai mode. Kata Fashion sendiri berasal dari bahasa Inggris yang dapat diartikan sebagai mode, model, cara, gaya maupun kebiasaan.

Dampak Positif Dari Fashion : Dengan model-model fashion yang terbaru akan membuat para remaja yang memakainya menjadi lebih percaya diri, kreatif, dan unik. Hal itu dikarnakan mereka merasa bahagia bahwa mereka berbeda dengan yang lainnya. Remaja yang mampu menilai fashion dari segi positif, akan menilai bahwa fashion itu adalah kepribadiannya sendiri dan tidak harus mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini.

Dampak Negatif Dari Fashion : Mengikuti fashion maupun stail secara tidak langsung akan memberikan dampak yang sangat besar bagi mereka. Jika mereka akan terkena cap “jadul, kudet, dan lainnya”. Akibatnya bullying pun terjadi. Remaja yang tidak mengikuti fashion bisa saja di jauhi sehingga tidak mempunyai teman dan rendah diri dan defresi.

Pengertian Busana

Kata busana berasal dari bahasa sansekerta yaitu ” bhusana” dan istilah yang paling populer dalam bahasa Indonesia adalah busana yang dapat diartikan sebagai pakaian. Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana meliputi :
1. Busana mutlak yaitu busana yang tegolong busana pokok seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe,dan lain-lain termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dll.
2. Milieneris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak serta memiliki nilai guna disamping untuk keindahan. Seperti sepatu, topi, kaus kaki, kacamata, jam tangan dll.
3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah keindahan sipemakai. Seperti cincin, kalung, bros dll.

Fungsi Busana : Pada awalnya busana berfungsi hanya untuk melindungi tubuh dari sinar matahari, cuaca maupun gigitan serangga. Seiring perkembangan jaman ilmu pengetahuan dan teknologi maka hal itu juga berpengaruh pada fungsi busana itu sendiri.

1. Ditinjau dari aspek biologis yaitu untuk melindungi tubuh dari cuaca, sinar matahari, debu, serta gangguan binatang. Selain itu busana juga berfungsi untuk menutupi atau menyamarkan kekurangan dari sipemakai.
2. Ditinjau dari aspek psikologis busana dapat menambah percaya diri pada sipemakai sehingga menimbulkan sikap dan tingkah laku yang wajar. Busana juga dapat memberikan rasa nyaman pada sipemakainya.
3. Ditinjau dari aspek sosial busana berfungsi sebagai , penutup aurat, menggambarkan adat dan budaya, untuk media informasi suatu instansi ataupun lembaga dan senagai media komunikasi verbal.

Kelompok C

Team members:

  1. AYUNI SENTIYA
  2. DHEA APRIANI
  3. RANY VERANTI
  4. TENTI
  5. PIPI DIANTI
  6. INDRA
  7. MUHAMMAD RYAN SAPUTRA
  8. HABIB MUBAROQ

 

 

 

KNOWLEDGE WORKER

  1. Pengertian Knowledge Worker

Pengetahuan pekerja dapat dianggap sebagai karyawan yang menerapkan pengetahuan mereka yang berharga dan keterampilan (dikembangkan melalui pengalaman) ke kompleks dan masalah abstrak dalam lingkungan yang memberikan pengetahuan kolektif yang kaya dan sumber daya relasional (Boxall dkk, 2007). Artinya bahwa karyawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan berharga; karyawan menerapkan pengetahuan yang kompleks; adanya produksi pengetahuan di Lingkungan yang menyediakan pengetahuan kolektif dan jaringan sosial. Dengan terbangunnya pengetahuan secara kolektif dan terwujudnya jaringan sosial yang luas, maka dapat dipastikan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan dapat digunakan guna menunjang kelancaran dan kebaikan perusahaan.

Lebih lanjut Drucker (1993) mendefinisikan pengetahuan pekerja adalah individu yang memiliki tingkat pendidikan dan kemampuan khusus yang dikombinasikan dengan kemampuan untuk menerapkan keterampilan dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah. Selain itu juga, Amstrong (2010) menegaskan bahwa esensi dari pengetahuan pekerja adalah sejauh mana individu atau karyawan memiliki kemampuan dan tingkat pendidikannya dalam membantu kemajuan perusahaan atau organisasi.

  1. Karaktersitik Knowledge Worker

Menurut Cut Zurnali (2008), pengetahuan individual diciptakan ketika informasi berjalan melalui proses internal yang mencakup interpretasi, refleksi dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang ada pada individu sehingga dapat diaplikasikan ke dalam situasi atau konteks baru. Agar mendorong individu memproses informasi untuk menciptakan pengetahuan, maka setiap proses pembelajaran harus punya arti. Sebuah sudut pandang yang jelas dari pengetahuan untuk dikembangkan merupakan sebuah keharusan untuk menstimulasi komitmen pada penciptaan dan pengoperasian pengetahuan tersebut. Pandangan bersama bekerja sebagai sebuah “mental map” yang menuntun para individu dalam tiga area yang berkorelasi, yaitu:

  1. The world in which they live (dunia tempat mereka hidup);
  2. The world in which they must live (dunia tempat mereka harus hidup);
  3. Knowledge that needs to be developed in order to follow the pathway between these two worlds (pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan agar untuk mengikuti lorong antara kedua dunia tempat mereka hidup dan dunia tempat mereka harus hidup).

Lebih lanjut Cut Zurnali (2008) menambahkan bahwa untuk menciptakan pengetahuan organisasional maka pengetahuan individual (yang terdiri dari dua dimensi: a tacit dimension dan an explicit dimension) harus dieksternalisasikan. Penciptaan pengetahuan organisasional terjadi melalui konversi yang dikombinasikan dari setiap kedua dimensi, jadi mempromosikan pembelajaran kelompok dan penyebaran kepada seluruh level organisasional. Proses pentransformasian informasi ke dalam pengetahuan ditempatkan dalam tingkat internal individual, mencakup refleksi, interpretasi dan koneksi untuk eksperimen praktik selanjutnya dalam konteks tepat. Hal tersebut tampak jelas bahwa karakter yang perlu ditumbuhkan dalam perusahaan adalah pengetahuan dan wawasan yang dimiliki harus di muculkan dan di transformasikan kepada orang lain sehingga terbentuk iklim kerja yang baik dalam mendukung dan memajukan perusahaan.

May, dkk (2002) menegaskan bahwa salah satu karakter yang penting juga adalah komitmen, effort kerja, dan kepuasan kerja karyawan. Ketiga hal tersebut menjadi hal yang penting dalam sebuah pekerjaan. Jika karakter karyawan tersebut memiliki komitmen yang tinggi dan kepuasan kerja maka dapat dipastikan bahwa karyawan tersebut mampu memberikan dampak yang baik bagi perusahaan. Lebih lanjut alvesson (2000) menjelaskan bahwa pengetahuan karyawan memiliki rasa yang kuat dari motivasi instrinsik dan sebagian besar tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kreatifitas yang cukup dan inisiatif.

Peran Knowledge Worker

1. menganalisis untuk membangun hubungan

2. menilai masukan untuk mengevaluasi prioritas kompleks atau bertentangan

3. mengindentifikasi dan memahami tren

4. membuat koneksi

5. pemahaman sebab dan akibat

6. kemampuan untuk melakukan brainstorming,berpikir luas (divergen thinking)

7. kemampuan untuk menelurusi, menciptakan lebih fokus(convergent thinking)

8. menghasilkan kemampuan baru

9. membuat atau memodifikasi strategi

LEARNING FROM DATA

Learning From Data adalah Sebuah proses penyaringan dan mengubah data menjadi pengetahuan yang valid dan berguna, serta untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan.

Mengotomatisasi melalui alat teknologi:
– Menyediakan lingkungan belajar yang kolaboratif untuk peserta.
– Meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami proses / tugas yang mereka hadapi.

Cara untuk mencapai tujuan ini:
Verifikasi hipotesis (terbentuk dari akumulasi pengetahuan).
Menemukan pola baru dalam data.
Memprediksi tren masa depan dan perilaku.

  • Association Rules Types:
  1. Boolean rule
  2. Quantitative rule
  3. Multi-dimensional rule
  4. Multi-level association rule
    • Boolean Rule

    Jika persediaan barang menipis dan permintaan barang tersebut meningkat maka melakukan penambahan jumlah stock barang.

    • Quantitative Rule

    Jika pemilik minimarket memiliki pendapatan >20 juta dan memiiki rumah seharga 500 juta maka pemilik akan membeli mobil keluarga

    • Multi-Dimensional Rule

    Jika persedian masih banyak dan barang tersebut mendekati expired maka akan melakukan penggantian barang baru.

    • Multi-Level Association Rule

    kms

example :

 

KNOWLEDGE TRANSFER AND SHARING

Knowledge Sharing (KS) didefinisikan sebagai sebuah pertukaran pengetahuan antar dua individu satu orang yang mengkomunikasikan pengetahuan, sedangkan seorang lainnya mengasimilasi pengetahuan tersebut (Jacobson, 2006). Fokus utama dari knowledge sharing dari masing-masing individu yaitu mampu menjelaskan, mengkodekan dan mengkomunikasikan pengetahuan kepada orang lain, kelompok, dan khususnya kepada organisasi.Knowledge sharing dapat terjadi diantara individu, di dalam dan diantara tim, antara unit organisasi, dan antara organisasi (Glassop, 2002). Definisi diatas diperluas lagi dengan pernyataan bahwa knowledge sharing merupakan proses dimana individu secara kolektif dan iteratif memperbaiki sebuah pemikiran, gagasan, atau saran sesuai dengan petunjuk dari pengalaman individu (West dan Mayer, 1997).  Yang paling menarik di berbagi pengetahuan, yaitu bahwa penelitian ini lebih memfokuskan pada masalah sisi penawaran, yaitu bagaimana memotivasi seseorang untuk mau membagi pengetahuannya

Knowledge Transfer (KT) merupakan proses untuk memindahkan pengetahuan dari individu yang disebut sebagai sumber pengetahuan (kontributor pengetahuan) ke penerima pengetahuan, yang nantinya pengetahuaan tersebut akan digunakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh penerima pengetahuan. Fokus dan tujuan utama mencari komunikasi pengetahuan antara individu, kelompok, atau organisasi dengan sedemikian rupa. Sebenarnya, pengetahuan tidak dapat dibagi. Karena pengetahuan memiliki konteks tersendiri, dimana penerima menafsirkannya dalam latar belakang masing-masing yang berbeda-beda pula. Dan juga didasari oleh adanya beberapa kelemahan dalam transfer pengetahuan, yaitu misalnya kesalahan pada berbagai faktor eksternal, seperti diantaranya mengenai masalah dalam berkomunikasi, bahasa, salah penafsiran, teknologi dan teknik yang digunakan.  Transfer pengetahuan sangat penting. Karena setiap pendekatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah atau keterampilan operasi akan diciptakan kembali, dan membutuhkan pengetahuan yang diperlukan. Memang, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa transfer pengetahuan adalah proses yang paling mendasar dari sebuah peradaban. Tentu saja, karena transfer pengetahuan merupakan fokus utama dari sebuah pembelajaran, yang sangat penting untuk kemajuan bersama suatu organisasi.

Knowledge Transfer (KT)  ini dapat dilakukan secara resmi atau non formal seperti :

  1. Training Pelatihan Karyawan Baru (Orientasi)
  2. Training Promosi Jabatan
  3. Training Rotasi Jabatan
  4. Diskusi dan Tukar Pikiran
  5. Dan lainnya.

Knowledge Transfer (KT)  dipergunakan untuk memperlancar pertumbuhan bisnis, meningkatkan efektivitas dan produktivitas, memperbesar Pendapatan dan Profit, yang mana semuanya berperan dalam Kesinambungan(Sustainable),Kinerja (Performance) dan Inovasi (Innovation).

Didalam Transfer Knowledge ada yang namanya Groupware, apakah itu Goroupware? Menurut Wikipedia Groupware adalah perangkat lunak komputer yang dirancang untuk membantu orang yang terlibat dalam suatu tugas bersama agar mencapai tujuannya. Salah satu definisi paling awal tentang “collaborative sofware” adalah definsi yang diberikan oleh Peter dan Trudy Johnson-Lenz sebagai, “proses-proses kelompok secara sengaja ditambah perangkat lunak untuk mendukungnya”. Maksud rancangan dari collaborative software (groupware) adalah mengubah cara berbagi dokumen dan rich media untuk memungkinkan terjadinya kolaborasi tim yang lebih efektif.

beberapa contoh aplikasi Groupware yang digunakan dalam Transfer Knowledge adalah sebagai berikut :

  • Email merupakan groupware tersukses yang ada. Email termasuk jenis komunikasi yang asynchronous (berbeda waktu) dan remote  (berbeda tempat). Komponennya terdiri dari alamat tujuan (To), salinan (Cc) juga disertai dengan penanda waktu kirim.
  • Newsgroups and work-flow systems, mengumpulkan, mengatur, mengelola, dan berbagi berbagai bentuk informasi.
  • Chat rooms, Suatu ruang pertemuan yang dirancang menggunakan peralatan komputer untuk  pertemuan tatap mata. Rancangan ruang ini dapat berbentuk U atau C yang diatur mengelilingi layar monitor dan masing-masing peserta mempunyai masing-masing monitor. Sistem ini mendukung beberapa bentuk pekrjaan seperti penggunaan terminal secara pribadi dan sub group pada kegiatan teleconferencing atau email.
  • Video communication, Untuk berkomunikasi di antara beberapa orang yang terpisah secara lokasi memerlukan biaya yang tidak sedikit serta waktu tempuh yang tidak singkat. Untuk memenuhi kendala tempat, waktu dan biaya tersebut diatasi dengan teknologi video konferensi yang berbasis teknologi satelit. Masing-masing lokasi dalam sebuah sistem video konferensi membutuhkan sarana untuk mengirim dan menerima video yang dikirim melalui satelit.
  • Knowledge sharing, pengguna dapat mengakses dokumen bersama atau aplikasi dari komputer masing-masing secara bersamaan di waktu real-time.
  • Group calendaring and scheduling, awalnya alat ini digambarkan sebagai “sistem pertemuan elektronik,” dan dibangun menjadi ruang pertemuan. Kamar khusus ini biasanya memiliki proyektor video yang saling terkait dengan banyak PC, namun sistem pertemuan elektronik telah berkembang menjadi berbasis web, kapanpun, sistem tempat apapun yang akan mengakomodasi peserta pertemuan “terdistribusi” yang mungkin tersebar di beberapa lokasi.

Team members:

  1. AYUNI SENTIYA
  2. Pipi Dianti
  3. RANY VERANTI
  4. TENTI
  5. HABIB MUBAROQ
  6. MUHAMMAD RYAN SAPUTRA
  7. INDRA
  8. DHEA APRIANI

Knowledge Codification And System Testing

Nama Kelompok :

1.Ayuni Sentiya

2.Dhea Apriani

3.Rany Veranti

4.Tenti

5.Pipi Dianti

6.Indra

7.M. Ryan Saputra

8.Habib Mubaroq

Knowledge Codification Fashion(Busana)

Pengertian Knowledge management system

adalah suatu kumpulan teknik dan strategi untuk mempertahankan, mengan

alisa,mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pegetahuan dan pengalaman. KMS juga bisa menciptakan suatu pembelajaran melalui media elektronik atau yang biasa disebut E-Learning.

Tujuan dari Knowledge Management System adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan informasi yang berguna bagi organisasi nantinya. Selain itu, KMS juga bertujuan untuk pencapaian suatu target seperti pengetahuan bersama,peningkatan kerja, keunggulan kompetitif, atau penciptaan inovasi perusahaan.

Knowledge Codification

Knowledge Codification merupakan salah satu fase dari Knowledge Management Life Cycle, yang berkaitan dengan upaya mendapatkan tacit knowledge sehingga dapat menjadi explicit dan explicit knowledge menjadi terorganisasi dan terkodifikasi. Atau juga mengorganisasikan dan menyajikan suatu Knowledge sebelum knowledge tersebut digunakan oleh pengguna.

  • Decision Tree (Pohon Keputusan)

Pohon keputusan adalah sebuah diagram alir yang berbentuk seperti struktur pohon

yang mana setiap internal node menyatakan pengujian terhadap suatu atribut, setiap cabang menyatakan output dari pengujian tersebut dan leaf node menyatakan kelas-kelas atau distribusi kelas.

 g.png
gambar 1 decision Tree

3.Decision Table (Tabel Keputusan)

Tabel Keputusan adalah belum kompak cara yang tepat untuk model logika yang rumit. Keputusan tabel, seperti diagram alur dan if-then-else dan switch-kasus laporan, kondisi mengaitkan dengan tindakan untuk melakukan, tetapi dalam banyak kasus melakukannya dengan cara yang lebih elegan.h.png

Production Rules

Production Rules adalah Untuk menggambarkan sistem yang mewakili pengetahuan dalam bentuk aturan. Sistem berbasis aturan biasanya menggunakan memori kerja yang pada awalnya berisi data masukan untuk menjalankan tertentu, dan mesin inferensi untuk menemukan peraturan yang berlaku dan menerapkannya.

a.Pelanggan Belanja Online

IF Pelanggan membeli produk≥200 ribu

THEN Pelanggan mendapatkan diskon 10%

b.Pelanggan Belanja Di Toko

IF Pelanggan membeli 1 kodi produk

THEN Pelanggan mendapatkan diskon 30%

User Acceptance Testing

A.DEFINISI

Pengujian penerimaan pengguna (UAT) adalah tahap terakhir dari proses pengujian perangkat lunak. Selama UAT, pengguna perangkat lunak sebenarnya menguji perangkat lunak untuk memastikannya dapat menangani tugas yang dibutuhkan dalam skenario dunia nyata, sesuai dengan spesifikasi. UAT adalah salah satu prosedur proyek perangkat lunak akhir dan kritis yang harus terjadi sebelum perangkat lunak yang baru dikembangkan diluncurkan ke pasar.UAT juga dikenal sebagai pengujian beta, pengujian aplikasi dan pengujian pengguna akhir.

B.LANGKAH-LANGKAH

Berikut adalah langkah-langkah yang terlibat dalam in-house UAT:

1.Perencanaan:Strategi UAT diuraikan selama tahap perencanaan. Seperti biasa Proses Perencanaan adalah yang paling penting dari semua langkah. Hal ini mempengaruhi efektivitas Proses Pengujian. Proses Perencanaan menguraikan Strategi Pengujian Penerimaan Pengguna. Ini juga menggambarkan bidang fokus utama, masuk dan keluar kriteria.

2.Merancang kasus uji: Kasus uji dirancang untuk mencakup semua skenario fungsional perangkat lunak dalam penggunaan di dunia nyata. Mereka dirancang dalam bahasa dan cara sederhana untuk mempermudah proses pengujian penguji.

3.Pemilihan tim pengujian: Tim penguji terdiri dari pengguna akhir dunianyata.

4.Melaksanakan uji kasus dan dokumentasi: Tim penguji menjalankan uji kasus yang dirancang. Terkadang juga melakukan beberapa tes acak yang relevan. Semua bug login dalam dokumen pengujian dengan komentar yang relevan.

5.Pengadministrasian yang Cacat ditemukan selama UAT: Team log komentar mereka dan setiap cacat atau masalah yang ditemukan selama pengujian.

6.Perbaikan bug: Menanggapi bug yang ditemukan oleh tim pengujian, tim pengembangan perangkat lunak membuat penyesuaian akhir pada kode untuk membebaskan perangkat lunak tanpa bug.

7.Sign-off: Bila semua bug telah diperbaiki, tim penguji menunjukkan penerimaan aplikasi perangkat lunak. Ini menunjukkan bahwa aplikasi memenuhi persyaratan pengguna dan siap diluncurkan di pasar.

C.JENIS-JENIS UAT terdiri dari 5 jenis:

1.Alpha & Beta Testing

Pengujian alfa adalah jenis pengujian penerimaan; dilakukan untuk mengidentifikasi semua kemungkinan masalah / bug sebelum mele paskan produk ke pengguna biasa atau publik. Fokus dari pengujian ini adalah mensimulasikan pengguna nyata dengan menggunakan teknik blackbox dan whitebox. Tujuannya adalah untuk melaksanakan tugas yang biasa dilakukan pengguna biasa. Pengujian alfa dilakukan di lingkungan laboratorium dan biasanya penguji adalah pegawai internal organisasi. Untuk membuatnya sesederhana mungkin, pengujian semacam ini disebut alpha hanya karena dilakukan sejak dini, menjelang akhir pengembangan perangkat lunak, dan sebelum Pengujian Beta dan Pengujian beta adalah prosedur menundukkan produk perangkat lunak untuk diuji oleh klien nyata di lingkungan sebenarnya / virtual sebelum diluncurkan.

2.Contract Acceptance Testing

Kapan dan mengapa Pengujian Penerimaan Pengguna dibutuhkanTes penerimaan dapat dipahami sebagai cara untuk memeriksa apakah “kontrak” yang didefinisikan sebelumnya antara pengembang dan pelanggan masih berada pada jalur yang benar. Menjalankan tes penerimaan juga memastikan bahwa tidak ada perubahan persyaratan yang terjadi sementara itu dan bahwa segala sesuatu adalah sebagaimana seharusnya untuk memuaskan pelanggan.

3.Regulation Acceptance Testing

Pengujian Penerimaan Kontrak berarti perangkat lunak yang dikembangkan diuji terhadap kriteria dan spesifikasi tertentu yang telah ditentukan dan disepakati dalam sebuah kontrak. Kriteria dan spesifikasi yang relevan untuk penerimaan harus didefinisikan saat kontrak itu sendiri didefinisikan dan disepakati.

4.Operational Acceptance Testing

Uji Penerimaan Regulasi, juga dikenal sebagai Uji Penerimaan Kepatuhan, memeriksa apakah perangkat lunak sesuai dengan peraturan. Ini termasuk peraturanpemerintah dan hukum. Juga dikenal sebagai Uji Kesiapan Operasional atau PengujianPenerimaan Produksi, kasus uji ini memastikan ada alur kerja yang ada agar perangkat lunak atau sistem dapat digunakan. Ini harus mencakup alur kerja untuk rencana cadangan, pelatihan pengguna, dan berbagai proses perawatan dan pemeriksaan keamanan.

5.Black Box Testing Pengujian Box Hitam sering dikategorikan sebagai pengujian fungsional, namun dapat, sampai batas tertentu, dilihat sebagai jenis Pengujian Penerimaan Pengguna. Pada dasarnya, metode pengujian perangkat lunak yang menganalisis fungsi tertentu tanpa membiarkan penguji melihat struktur kode internal perangkat lunak. Oleh karena itu, Pengujian Kotak Hitam juga dapat diterapkan pada Pengujian Penerimaan Pengguna, karena Pengujian Kotak Hitam sama-sama memiliki prinsip sebagai Tes Penerimaan Pengguna. Selama Pengujian Black Box, pengguna tidak mengetahui basis kode apa pun, namun hanya tentang persyaratan yang harus dipenuhi perangkat lunak.

i.png

D.Sample

j.png